Celoteh Kosong

Sekuat apapun aku berlari sekokoh apapun aku berdiri semua akan tetap sama jika kau terus saja menutup mata, telinga, dan mulut mu.
Ku fikir bagaimana bisa aku sejatuh ini miliki rasa kepada mu, terlalu dalam tumbuh akar-akar itu menancap dalam hati.
Kemarin kau dingin lalu hari ini kau hangat namun esok kau akan berubah menjadi dingin lagi. Kau senang bermain layang-layang hingga dalam urusan hatipun kau tarik ulur perasaan ku?
Maaf ini bukan lelucon namun sering membuat ku tertawa pahit.
Saat ku ingin berhenti kau begitu indah namun saat aku mulai bertahan kembali kau malah lenyap ditelan waktu.

Kau bukan sinyal di gunung kan?
Aku harap bukan.

Galeri

image

Media itu selalu aku suapi dengan hal-hal tentang dirinya, itu sebagian besar. Dari hal mengingat yang manis hingga yang pahit pula. Rasanya memang percuma jika selalu menuliskan kata-kata yang ditujukan untuknya namun tiadalah ia miliki waktu untuk melihat tulisan ku. Ingin berhenti namun rasa takut selalu membayangi, ingin bertahan namun rasa lelah selalu mengikuti.

Tersayat Ego

image

Malam gulita tiada purnama tampakkan cahya
Sepi tiada celotehmu
Nyanyian rintik hujan begitu mengusik naluri
Dingin ini menyeretku terjun dalam memori lama
Begitu pilu hati terhempas ucapan bak prahara