Dear Baperan

‚ÄčAttention please ūüó£

JANGAN BAPER !
Ukhti,

Bila ada ikhwan yang bersikap baik padamu,v terjemahkan itu sebagai hal yang ilmiah. Sebab sudah naluri laki-laki bersikap baik pada perempuan.

.

Bila bukumu jatuh dan dia ambilkan, itu normal. Tidak ada yang spesial. (Jangan baper)

.

Bila kamu bertemu di jalan dan dia mengucapkan salam, bukan berarti dia tertarik, dia sedang menjalankan sunnah. Bila di antara teman-temanmu hanya kamu yang disapa, jangan baper, bisa saja kebetulan dia hanya ingat namamu. Kebetulan. (Jangan baper)

.

Bila suatu saat dia membalas chatmu memakai emot, bukan berarti dia ada rasa, bisa saja sebagai pencair suasana pertemanan. Cukup itu saja. (Jangan baper)

.

Pada dasarnya rasa kecewa itu karena diciptakan sendiri, dimunculkan sendiri karena keliru dalam menanggapi sikap lawan jenis. Sudah sifat asli perempuan mudah terbawa perasaan, oleh karena itu:
Akhi,

Bila ada perempuan yang sedang bersedih, jangan kamu datang sendiri menghibur, biarkan teman perempuannya yang mendatangi. (Jangan biarkan dia baper)

.

Tak perlu menawarkan bantuan bila kau lihat dia bisa melakukan sendiri atau sahabatnya bisa membantu (Jangan biarkan dia baper)

.

Jangan mencandainya perihal hati, bercanda tentang perasaan pada lawan jenis bukanlah hal yang lucu (Jangan biarkan dia baper)

.

Jaga selalu kehormatan dengan tidak menebar pesona. Jaga kehormatan perempuan dengan tidak bersikap terlalu manis pada mereka. Bersikaplah sewajarnya. Banyak hal yang tidak disengaja bisa menimbulkan baper. Tinggal bagaimana kita pandai-pandai mengelola perasaan kita.

Iklan

Cinta ya?

Dia mah bisa dateng kapan aja. Gak pandang usia gak pake alesan kenapa kalo emang itu berdasarkan ketulusan. Dia bisa rubah seseorang jadi baik atau sebaliknya. Tergantung pribadi orang itu sih. Ada yang jadi rajin belajar rajin berangkat sekolah pagi-pagi, rajin ke perpustakaan cuma karna cinta. Tapi ada juga yang rela lakuin apapun demi cinta.

Teringat hal itu

Dan nyatanya selama itu yang ditujunya bukan aku, yang didambanya bukan aku, yang dirindunya bukan aku, yang dicarinya bukan aku, yang dibanggakannya bukan aku, yang menurutnya pantas bukan aku, bahkan yang dicintainya bukan aku.

Begitupun berlaku saat kita pernah bersama, semua bukan untuk diri ini. 

Lantas kau hanya hargai perasaanku dan aku ini sebagai objek pelampiasanmu?

Hujan malam kamis


Kala hujan menghembuskan udara kerinduan

Mereka yang berjauhan dilanda rasa ingin jumpa dalam titik kenangan

Hujan turun semakin deras di sudut matanya

Rintihan doa dipanjatkannya sebagai pesan atas kerinduan kepada dia yang terpisah oleh jarak.