BERAI

Hai, readers. Kali ini aku mau nulis tentang sebuah perpisahan. Sebenernya ini permintaan temenku yang ku minta buat kasih ide buat aku nulis apa, dan berhubung kemarin kondisi ga sehat dan ga bisa mikir apa-apa jadi aku baru bisa nulis sekarang. Maaf ga penting (haha).

Perpisahan:/per.pi.sah.an/, yang berarti hal berpisah.

Apa sih yang ada di benak kamu waktu denger kata perpisahan? Putus cinta, pindah kota, kelulusan sekolah, atau sebuah ketidak mungkinan buat ketemu seseorang lagi? Ya, itu beberapa yang udah aku alamin, dan yang paling ga aku suka dari perpisahan adalah ketika merindukan kenangan-kenangan waktu sebelum berpisah. Perpisahan biasanya identik sama kalimat “sampai jumpa”. Tapi, gimana kalo ga akan berjumpa lagi?

Mungkin ada yang udah pernah baca tulisan aku lainnya yang menceritakan sosok lelaki yang ku sebut Doi. Ya, dia adalah salah satu sebuah perpisahan. Lebih tepatnya perpisahan yang ga diharapkan. Siapa sih yang ngarep sama perpisahan saat skala presentase kebahagiaan ada di titik tertinggi? Terus gimana kalo udah terjadi perpisahan kaya tadi? Nangis, sedih, galau, gundah, gulana, merana, atau move on? Mungkin sehari, dua hari, sampe seminggu masih sedih, masih galau, masih kepikiran dia terus, dan temen-temen tempat curhat cuma bisa bilang: lupain aja, move on sih, masih banyak laki-laki lain kok, udah ga usah diinget-inget terus, kamu bisa dapetin yang lebih baik kok dari dia. Dan apa kenyataannya? Ga segampang mereka ngomong gitu. Mau ga diinget-inget tapi lewat terus di pikiran tanpa diminta. Berusaha move on tapi ada aja yang bikin gagal. Masih banyak laki-laki lain? Ya banyak sih, tapi ga semudah itu buat berpaling kalo kamu tipe orang setia bahkan sampe di titik perpisahan.

Perpisahan emang ga melulu tentang melupakan orang yang udah memisahkan hubungan maupun kenangan-kenangan yang udah terjadi, tapi juga tentang merelakan dan mengikhlaskan perpisahan itu.

Iklan

Penulis:

Surakarta '98. Mahasiswa Kesehatan. Jurusan Keperawatan Gigi. Mencintai Awan dan Senja.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s